![]() |
| Kerang Darah/Bukur/Cockle |
Kerang
darah (Anadara granosa) adalah sejenis kerang yang
biasa dimakan oleh masyarakat di Asia pada umumnya.
Anggota suku Arcidae ini disebut kerang
darah karena ia menghasilkan hemoglobin dalam cairan merah yang dihasilkannya.
Andara
granosa merupakan kelas bivalva, famili Arcidae dari genus Anadara. Bentuknya bulat
kipas, agak lonjong, terdiri dari dua belahan yang sama (simetris),
mempunyai garis palial pada cangkang
sebelah dalam yang lengkap dan garis palial
bagian luar beralur. Bagian dalam halus dengan warna putih mengkilat.
Warna dasar kerang putih kemerahan (merah darah) dan bagian dagingnya
merah dan ukuran lebar cangkang dapat mencapai 4 cm.
Jenis-jenis kerang
yang telah diketahui hidup di perairan Indonesia adalah A. granosa (Kerang Darah), A.
nodifera (Kerang Darah), A. inflata
(Kerang Bulu), A. rhombea, dan A. indica (Kerang Mencos). Di antara
kelima jenis kerang tersebut yang banyak tertangkap adalah kerang mencos. Jenis
lain adalah Kerang Gelatik (A. antiguata).
Dibanding dengan jenis kekerangan lainnya, budi daya kerang darah telah
dilakukan oleh banyak negara antara lain Cina, Taiwan, Korea,
Malaysia, dan Thailand.
Selain kerang
darah,
ada beberapa jenis kerang lain yang ditangkap dan dijadikan benih untuk
pembesaran/budidaya di tambak. Kerang-kerang tersebut antara lain Kerang Hijau
(Perna viridis)
yang merupakan salah satu komoditas dari kelompok shellfish yang sudah dikenal masyarakat, di
samping Kijing Taiwan (Anodonta
sp), dan Kerang Bulu. Kerang Hijau adalah salah satu hewan laut yang sudah lama
dikenal sebagai sumber protein hewani yang murah, kaya akan asam amino esensial
(arginin, leusin, lisin).
KLASIFIKASI ILMIAH
Kerajaan : Animalia
Filum : Mollusca
Kelas : Bivalvia
Upakelas : Pteriomorphia
Ordo : Arcoida
Famili : Arcidae
Genus : Anadara
Spesies : A. granosa
Nama binomial : Anadara granosa L., 1758
Nama dagang : Cockle
Nama lokal :
Kerang Dara, Kerang Darah, Kerang Dagu, Bukur
Kerang darah
merupakan salah satu jenis kerang yang mempunyai nilai ekonomis penting dan
disukai masyarakat. Kerang darah mempunyai rasa yang gurih karena mengandung
lemak dan kadar protein yang tinggi. Komposisi kimia Kerang Darah adalah air
83%, lemak 0.91%, protein 10.33% dan kadar abu 1.84%. Kerang darah yang telah
dewasa yang berukuran diameter 4 cm dapat memberikan sumbangan energi sebesar
59 kalori serat, mengandung 8 gram protein, 1.1 gram lemak, 3.6 gram
karbohidrat, 133 mg kalsium, 170 mg phosfor, 300 SI vitamin A dan 0.01 mg
vitamin B1.
Kerang merupakan
makhluk “filter feeder” yang
mengakumulasi bahan-bahan yang tersaring di dalam insangnya. Dalam prosesnya
bakteri dan mikroorganisme lain yang ada di sekelilingnya dapat terakumulasi
dan mencapai jumlah yang membahayakan untuk dikonsumsi. Para ahli telah mencatat
20 jenis kerang dari famili Acidae, sedangkan yang dimanfaatkan untuk di ambil
dagingnya masih terbatas pada kerang darah (Anadara
granosa), kerang bulu (Anadora
inflata) dan kerang gelatik (Anadora
antiquata).
Pemanfaatan
kerang saat ini masih terbatas pada konsumsi, dalam bentuk hewan segar atau
diawetkan dengan penggaraman dan penyaringan. Pengawetan tersebut bertujuan
untuk menghambat dan mencegah terjadinya kerusakan/mempertahankan mutu,
menghindari terjadinya keracunan dan mempermudah penanganan serta penyimpanan.
MORFOLOGI
Kerang darah
mempunyai dua buah cangkang yang dapat membuka dan menutup dengan menggunakan
otot aduktor dalam tubuhnya. Cangkang pada bagian dorsal tebal dan bagian
ventral tipis. Cangkang ini terdiri atas 3 lapisan, yaitu
(1) Lapisan Periostrakum adalah lapisan terluar dari kitin yang berfungsi
sebagai pelindung
(2) Lapisan Prismatik tersusun dari kristal-kristal
kapur yang berbentuk prisma, terletak di bagian tengah yang tebal, dan
(3) Lapisan Nakreas atau sering disebut lapisan
induk mutiara, tersusun dari lapisan kalsit
(karbonat) yang tipis dan paralel.
![]() |
| Bagian-bagian Cangkang Kerang Darah |
Cangkang memiliki
belahan yang sama melekat satu sama lain pada batas cangkang. Rusuk pada kedua
belahan cangkangnya sangat kentara. Cangkang berukuran sedikit lebih panjang
dibanding tingginya tonjolan (umbone)
yang sangat kentara. Setiap belahan cangkang memiliki 19-23 rusuk.Beberapa
kerang ada yang memiliki banyak mata pada tepi mantelnya. Banyak diantaranya
mempunyai banyak insang. Umumnya memiliki kelamin yang terpisah, tetapi
diantaranya ada yang hermaprodit dan
dapat berubah kelamin.
Kakinya berbentuk
seperti kapak pipih yang dapat dijulurkan ke luar. Kaki kerang berfungsi untuk
merayap dan menggali lumpur atau pasir. Kerang bernapas dengan dua buah insang
dan bagian mantel. Insang ini berbentuk lembaran-lembaran (lamella) yang banyak mengandung batang insang. Antara tubuh dan
mantel terdapat rongga mantel yang merupakan jalan keluar masuknya air.
ANATOMI
Kerang termasuk hewan
berkaki pipih, cangkoknya berjumlah dua (sepasang) ada di bagian anterior dan umbo (bagian yang membesar/menonjol) yang terdapat di bagian posterior (punggung).
![]() |
| Anatomi Kerang Darah |
Sistem syaraf
kerang terdiri dari 3 pasang ganglion
yang saling berhubungan, yaitu:
• Ganglion Anterior terdapat di sebelah
ventral lambung
• Ganglion Pedal terdapat pada kaki
• Ganglion Posterior terdapat di sebelah ventral otot aduktor posterior.
Kerang berkulit
ganda secara menyamping dimampatkan conchiferans
tertutup dengan suatu kulit/kerang yang terdiri atas dua klep secara bersendi
di belakang oleh suatu ikatan sendi. Rongga mantel melingkupi tubuh berisi
suatu pasang ctenidia yang
diperbesar, dan mantel pantat sering diperluas ke dalam pipa pemindah. Mereka
bersifat bentos, sering kali
geronggang, atau mungkin epifit dan
mereka menduduki suatu wilayah laut yang luas dan tempat kediaman air tawar.
DAUR
HIDUP
Hewan ini
bersifat hermaprodit dan kebanyakan
mempunyai alat kelamin yang terpisah. Pada saat terjadi perkawinan, alat
kelamin jantan akan mengeluarkan sperma ke air dan akan masuk dalam tubuh hewan
betina. Melalui sifon air masuk, sehingga terjadilah pembuahan. Ovum akan
tumbuh dan berkembang yang melekat pada insang dalam ruang mantel, kemudian
akan menetas dan keluarlah larva yang disebut glokidium. Larva ini akan keluar dari dalam tubuh hewan betina
melalui sifon air keluar, kemudian larva tersebut menempel pada insang atau
sirip ikan dan larva tersebut akan dibungkus oleh lendir dari kulit ikan. Larva
ini bersifat sebagai parasit kurang lebih selama 3 minggu. Setelah tumbuh
dewasa, larva akan melepaskan diri dari insang atau sirip ikan dan akan hidup
bebas.
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGBIAKAN
![]() |
| Daur Hidup Kerang Darah |
PENYEBARAN
Kerang ini
menghuni kawasan Indo-Pasifik dan tersebar dari pantai Afrika timur
sampai ke Polinesia.
Hewan ini gemar memendam dirinya ke dalam pasir atau lumpur dan tinggal di
mintakat pasang surut. Panjang dewasanya berukuran 5 sampai 6 cm dan lebar
4 sampai 5 cm.
Seperti kerang
pada umumnya, kerang darah merupakan jenis bivalvia yang hidup pada dasar
perairan dan mempunyai ciri khas yaitu ditutupi oleh dua keping cangkang (valve) yang dapat dibuka dan ditutup
karena terdapat sebuah persendian berupa engsel elastis yang merupakan
penghubung kedua valve tersebut.
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGBIAKAN
Dibanding kerang
hijau, laju pertumbuhan kerang darah relatif lebih lambat. Laju pertumbuhan
0,098 mm/hari. Untuk tumbuh sepanjang 4-5 mm, kerang darah memerlukan waktu sekitar
6 bulan. Presentase daging terbesar dimiliki oleh A. granola, yaitu sebesar 24,3%.
Kerang darah termasuk hewan berumah dua (diocis). Kerang darah mulai berkembang biak saat berukuran mencapai 2 centimeter atau umur kurang dari setahun. Pada masa itulah bibit-bibit muda ini mulai tumbuh. Meski masa pemijahan kerang darah berlangsung sepanjang tahun, masa puncaknya berlangsung antara bulan Agustus-September.
Kerang darah termasuk hewan berumah dua (diocis). Kerang darah mulai berkembang biak saat berukuran mencapai 2 centimeter atau umur kurang dari setahun. Pada masa itulah bibit-bibit muda ini mulai tumbuh. Meski masa pemijahan kerang darah berlangsung sepanjang tahun, masa puncaknya berlangsung antara bulan Agustus-September.
Kematangan gonad
terjadi pada saat kerang darah mencapai ukuran panjang 18-20 mm dan berumur
kurang dari satu tahun. Adapun pemijahan mulai terjadi pada ukuran 20 mm. Perkembangbiakan
kerang darah dilakukan secara kawin. Umumnya berumah dua dan pembuahannya
internal. Telur yang dibuahi sperma akan berkembang manjadi larva glosidium yang terlindung oleh dua buah
katup. Ada beberapa jenis yang dari katupnya keluar larva panjang dan hidup
sebagai parasit pada hewan lain, misalnya pada ikan.
BUDIDAYA
| Wilayah Pasang Surut yang digunakan Pembesaran Kerang Darah |
![]() |
| Tambak Kerang Darah dengan Sistem Bambu Tancap |
Budidaya kerang
darah saat ini lebih banyak dilakukan untuk tahap pembesaran. Adapun benihnya dapat diperoleh secara alami dengan
cara mengeruk pasir di laut dangkal pesisir atau dari dalam tambak hasil
pembesaran/indukan. Benih kemudian dibawa ke lokasi budidaya.
Lokasi budidaya yang akan digunakan perlu dipertimbangkan mengingat secara
alami kerang darah hidup dalam cekungan-cekungan di dasar perairan di wilayah
pantai pasir berlumpur. Jenis kekerangan ini menghendaki kondisi perairan yang
memiliki kadar garam antara 13-28 ppm, kecerahan 0,5-2,5 m, dan pH 7,5-8,4.
Tiap jenis Anadara menghendaki
lingkungan yang berbeda. A. antiguata,
misalnya, hidup di perairan berlumpur dengan tingkat kekeruhan tinggi.
Sementara itu, kerang bulu menghendaki perairan berdasar pasir dan jernih.
Jika budidaya dilakukan di luar tambak pembesaran dapat dilakukan di
wilayah pasang surut yang terpisah dari daerah pengumpulan benih. Lokasi
pembesaran tersebut dilingkari dengan pagar bambu.
Di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah budidaya kerang darah telah lama dilakukan oleh para pembudidaya di Kecamatan Losari dan Kecamatan Wanasari. Tempat lain yang tengah memulai adalah di Kecamatan Tanjung dan Kecamatan Brebes.
Di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah budidaya kerang darah telah lama dilakukan oleh para pembudidaya di Kecamatan Losari dan Kecamatan Wanasari. Tempat lain yang tengah memulai adalah di Kecamatan Tanjung dan Kecamatan Brebes.
Tahapan budi daya kerang darah dimulai dengan pengumpulan benih yang
berukuran 4-10 mm dari tempat penyebaran benih alami di tepi pantai yang
landai.
Operasi
pengumpulan dimulai pada saat air pasang rendah dan kedalaman air sekitar 60
cm. pengumpulan benih dilaksanakan dengan mengeruk dasar perairan sedalam
kurang lebih 3 cm dengan menggunakan keranjang pengumpul benih. Pengerukan
dilakukan dengan menggunakan papan selancar. Alat yang digunakan untuk
pengumpulan benih adalah perahu berukuran 6-10 m panjang, sebilah papan
selancar berukuran 180 cm x 50 cm, dan keranjang pengumpul benih yang terbuat
dari anyaman kawat berdiameter antara 1-2 mm, berukuran 40 cm x 15 cm x 10 cm.
Papan tersebut berfungsi pula sebagai tempat penyimpanan benih yang
berhasil dikumpulkan dan sekaligus memudahkan pergerakan si pengumpul. Proses
pengumpulan selesai pada saat dasar perairan kering tidak berair.
Benih yang terkumpul diseleksi menurut ukurannya. Selanjutnya, benih
ditebar di tempat pembesaran. Padat tebar awal sekitar 2.000 ekor/m2, kemudian
dijarangkan sampai kepadatan 200-300 ekor/m2.
Pengendalian Hama dan Penyakit perlu dilakukan secara selektif mengingat kerang darah yang dibudidayakan kerap kali dimangsa oleh siput gastropoda, khususnya pada fase benih. Mortalitas/kematian massal lebih sering terkait dengan perubahan kondisi lingkungan, khususnya salinitas. Kematian kerang ini sering terjadi pada saat hujan yang berkepanjangan yang menyebabkan turunnya salinitas. Kerang akan mati dalam air bersalinitas di bawah 15 ppm.
![]() |
| Panen kerang darah di tambak |
Idealnya kerang darah dipanen setelah dibesarkan selama lima hingga enam bulan. Namun panen dapat dilakukan lebih awal tergantung permintaan pasar. Cara panen dilaksanakan dengan menggunakan alat pengeruk yang berukuran lebih besar dan kuat dibanding alat pengeruk benih atau secara manual dengan tangan dan dimasukkan wadah berupa karung atau keranjang.
PEMASARAN
Hasil yang
diperoleh pelaku utama dari budidaya kerang darah cukup menguntungkan. Biaya
yang dikeluarkan hanya untuk pengolahan lahan dan membeli bibit kerang.
Sedangkan pakannya tidak perlu disiapkan, karena sudah tersedia secara alami di
dalam tambak.
Harga kerang darah di tingkat pembudidaya sekitar empat ribu hingga lima ribu rupiah per kilogram. Penjualan kerang darah tidaklah begitu susah, tidak membutuhkan banyak peralatan untuk penanganannya. Harga jualnya pun tidak terlalu banyak mengalami fluktuasi yang tinggi. Kerang hasil panen dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam karung plastik. Setiap karung berisi kerang seberat kurang lebih satu kuintal. Kerang darah yang telah dipanen dapat bertahan hidup selama 24 jam. Kerang yang telah dimasukkan ke dalam karung lalu dibawa ke pedagang pengumpul.
Kerang darah yang tidak laku terjual
hidup akan mengalami kemunduran mutu, sehingga pengumpul kerang darah merebus dan menjualnya ke pabrik dalam bentuk kupasan. Pengumpul kerang
biasanya memiliki pekerja sekitar 2-5 orang untuk mengupas kulit kerang
tersebut. Biasanya para pekerja yang sudah terampil bisa menguliti kerang
sekurang-kurangnya 2 kuintal setiap hari.
Kerang darah merupakan pangan yang lezat dan telah banyak dijual di rumah
makan dan pedagang kaki lima. Bobot daging sama dengan 22,70-24,3% bobot total
tubuhnya. Meskipun biasanya
direbus atau dikukus, kerang ini dapat pula digoreng, dijadikan satai dan
makanan kering ringan atau juga dimakan dalam bentuk daging mentah/segar.
Rujukan: id.wikipedia.org, cester20.wordpress.com, agromaret.com, kerangdarah.wordpress.com, hobiikan.blogspot.com





