Tampilkan postingan dengan label kerang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kerang. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Februari 2016

NUTRISI DAN MANFAAT KERANG

Kerang merupakan jenis bivalvia yang hidup pada dasar perairan dan mempunyai ciri khas yaitu ditutupi oleh dua keping cangkang (valve) yang dapat dibuka dan ditutup karena terdapat sebuah persendian berupa engsel elastis yang merupakan penghubung kedua valve tersebut.
Kerang mempunyai dua buah cangkang yang dapat membuka dan menutup dengan menggunakan otot aduktor dalam tubuhnya. Cangkang pada bagian dorsal tebal dan bagian ventral tipis. Cangkang ini terdiri atas tiga lapisan. Ketiga lapisan tersebut adalah sebagai berikut:
1.   Periostrakum adalah lapisan terluar dari kitin yang berfungsi sebagai pelindung
2.   Lapisan prismatik tersusun dari kristal-kristal kapur yang berbentuk prisma,
3.   Lapisan nakreas atau sering disebut lapisan induk mutiara, tersusun dari lapisan kalsit (karbonat) yang tipis dan paralel.
Puncak cangkang disebut umbo dan merupakan bagian cangkang yang paling tua. Garis-garis melingkar sekitar umbo menunjukan pertumbuhan cangkang. Mantel pada pelecypoda berbentuk jaringan yang tipis dan lebar, menutup seluruh tubuh dan terletak di bawah cangkang. Beberapa kerang ada yang memiliki banyak mata pada tepi mantelnya. Banyak diantaranya mempunyai banyak insang. Umumnya memiliki kelamin yang terpisah, tetapi diantaranya ada yang hermaprodit dan dapat berubah kelamin.
Kakinya berbentuk seperti kapak pipih yang dapat dijulurkan keluar. Kaki kerang berfungsi untuk merayap dan menggali lumpur atau pasir. Kerang bernapas dengan dua buah insang dan bagian mantel. Insang ini berbentuk lembaran-lembaran (lamela) yang banyak mengandung batang insang. Antara tubuh dan mantel terdapat rongga mantel yang merupakan jalan keluar masuknya air.
Setiap kita mengunjungi rumah makan seafood biasanya kita selalu menemukan menu yang berasal dari kerang. Kerang biasa diolah menjadi sebuah menu  yang nikmat, meskipun ada beberapa orang memiliki alergi terhadap kerang.  Sebenarnya kerang memiliki manfaat untuk kesehatan kita. Sebagai bahan makanan kerang merupakan sumber vitamin B12 (cobalamin), yaitu nitrisi penting bagi kesehatan kardiovaskular. Sistem kardiovaskular adalah suatu sistem organ yang berfungsi memindahkan zat ke dan dari sel. Sistem ini juga menolong stabilisasi suhu dan pH tubuh (bagian dari homeostasis). Vitamin B12 dalam kerang bermanfaat untuk menjinakkan homosistein, zat kimia yang dapat merusak dinding pembuluh darah manusia.
Menurut penelitian di dalam 100 gram kerang mengandung 33 persen vitamin B12 dari kebutuhan harian yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Mengkonsumsi vitamin B12 juga akan melindungi kolon dari kanker, karena vitamin B12 mampu mencegah terjadinya mutasi sel. Kerang juga kaya akan asam lemak omega3, kalium serta magnesium, zat-zat ini mempunyai manfaat yang baik membantu kinerja  sistem kardiovaskular, sehingga baik untuk menjaga kesehatan jantung.
Mengonsumsi seafood, termasuk kerang minimal 1-3 kali per bulan dapat mencegah terjadinya serangan stroke iskemik. Apabila kita mengonsumsi makanan yang mengandung asam lemak omega3 setiap hari, misalnya kerang, risiko terjadinya penyakit jantung koroner akan menurun secara signifikan. Seperti dalam sebuah penelitian di Jepang terhadap 41.578 pria dan wanita usia 40-59, yang dimuat dalam jurnal Circulation, pada Januari tahun 2006 yang lalu.
Untuk mendapatkan manfaat terbaik dari kerang dianjurkan untuk mengkonsumsi kerang yang dimasak dengan cara direbus atau dipanggang daripada kerang yang dimasak dengan cara digoreng. Kerang dan makanan laut lainnya adalah sumber utama zat gizi mineral seperti iodium (I), zat besi (Fe), seng (Zn), kalsium (Ca), fosfor (P), kalium (K), selenium (Se), fluor (F), asam lemak omega3 dan lain-lain. Mineral yang terkandung dalam makanan laut lebih mudah diserap oleh tubuh dibandingkan yang berasal dari serelia dan kacang-kacangan.
Manfaat lain dari kerang adalah sebagai bahan makanan yang mampu meningkatkan vitalitas. Billy Goldberg, M.D seorang psikiater dan ahli bedah UGD warga Amerika serikat bekerja sama dengan Mark Leyner seorang peneliti dan kajian kesehatan dalam buku mereka “Why Do Men Have Nipples” menyatakan bahwa kerang jelas mempunyai bentuk yang bisa di hubungkan dengan anatomi tubuh  tertentu, tetapi ini tidak menjadikan makanan ini obat perangsang.  Walaupun belum ada penelitian yang benar-benar membuktikan kebenaran dari beberapa teori yang telah di buat tentang kerang. Kerang mengandung banyak vitamin dan mineral, terutama seng. Seng mampu mengendalikan kadar progesteron, yang mempunyai pengaruh positif terhadap libido manusia.
Kandungan yang terdapat di dalam kerang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan biota laut lainnya, kerang merupakan salah satu sumber mineral yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti besi  (Fe),  fosfor (P), Flour (F), iodium (I), kalsium (Ca), Kalium(K), seng (Zn), selenium (Se) dan lain-lain. Kandungan mineral tersebut lebih mudah diserap tubuh dibandingkan dengan mineral yang berasal dari kacang-kacangan ataupun serelia. Dengan mengkonsumsi kerang secara teratur maka secara otomatis kita mendapat asupan kalsium yang memadai, sehingga kita dapat terhindar dari penyakit Osteoporosis (tulang keropos). Meskipun Kerang mengandung kolesterol yang cukup tinggi, namun kadar lemak total maupun lemak jenuhnya rendah. Bahkan kerang memiliki kandungan lemak tak jenuh ganda (omega3) yang tinggi. Seperti yang telah kita ketahui omega3 dengan karakteristiknya yang unik mampu mencegah dan mengurangi penumpukan kolesterol dan melekatnya bintik-bintik darah pada dinding pembuluh darah yang merupakan sebab utama serangan jantung dan Stroke yang mematikan.
Selain itu kerang juga merupakan sumber Vitamin larut lemak seperti Vitamin A, D, E dan K dan juga Vitamin larut air seperti B1, B2, B6 (piridoxin), B12 dan Niasin. Sekitar 300 gr kerang ternyata sudah mencukupi kebutuhan harian B12 tubuh, dan mengkonsumsi Vitamin B12 secara teratur ternyata mampu melindungi kolon dari resiko kanker.
Kerang juga merupakan sumber protein hewani yang tergolong dalam Complete Protein, karena kadar asam amino essensialnya yang tinggi (85%-95%) protein yang terkandung di dalam kerang jadi mudah dicerna oleh tubuh. Hal ini berarti Kerang bisa dijadikan makanan diet yang tepat untuk mereka yang membutuhkan protein tinggi seperti binaragawan. Dalam sebuah penelitian di Universitas Washington di Seattle, Amerika Serikat menyebutkan bahwa daya serap kolesterol kekerangan lebih rendah 25% dibandingkan kolesterol ayam dan kepiting. Dalam penelitian Marian T. Childs tersebut mereka melibatkan delapan sukarelawan normolipidemia (kadar lemak darah dalam kategori normal) selama tiga minggu. Selama tiga minggu tersebut mereka menjalani diet berdasarkan sumber kolesterolnya, seperti diet kerang (diet standar + kerang), kepiting (diet standar + kepiting), dan ayam (diet standar + dada ayam tanpa kulit). Namun perlu diperhatikan bagi pengidap penyakit asam urat atau gout dalam mengkonsumsi kerang sebaiknya sangat dibatasi atau lebih baik lagi dihindari, karena kerang mengandung purin yang dapat meningkatkan asam urat.
Bagi penggemar kerang hijau juga harus hati-hati dalam memilih kerang yang akan di beli. Kerang hijau yang mengkonsumsi makanan dengan cara menyaring makanan yang terlarut dalam air sering menimbulkan bahaya bagi yang mengkonsumsinya, karena kerang hijau yang hidup di perairan tercemar maka dagingnya juga akan ikut terkontaminasi sehingga berbahaya bagi manusia yang mengkonsumsinya. Namun hal tersebut dapat dihindari dengan beberapa cara diantaranya dengan memindahkan kerang tersebut selama 15 hari di lokasi yang tidak tercemar atau direndam selama 72 jam dalam air bak berisi air bersih yang mengalir.
Anda tentunya mengenal mutiara sebagai salah satu hasil dari budidaya kerang yang terkenal di seluruh penjuru dunia karena keindahannya. Berbagai asesoris dan kerajinan bahan dasar kulit kerang kerap digunakan pula sebagai hiasan rumah. Namun dibalik keindahan itu, masakan laut (sea food) berbahan dasar daging kerang juga sangat lezat dan digemari banyak orang. Di Indonesia jenis kerang yang paling dikenal adalah kerang darah dan kerang hijau (kupang awung). Ada yang menyebutnya pula dengan remis, tiram, atau lokan. Tidak susah untuk mendapatkan kerang di pasar tradisional atau supermarket. Selain itu harganya juga cukup terjangkau. Berbagai warung atau restoran sea food hingga penjual soto pasti juga menyediakan masakan kerang seperti sate kerang, kerang asam manis, kerang masak saus, sup kerang, atau hanya kerang rebus raja. Dan kabar baiknya lagi, selain lezat kerang juga bernutrisi tinggi.
Apa saja kandungan nutrisi yang terdapat dalam kerang?
Makanan laut seperti kerang merupakan sumber protein, asam lemak tak jenuh, vitamin, dan mineral (seng, zat besi, selenium, magnesium, dan iodium). Dalam daging kerang terdapat nutrisi yang tinggi, yakni:
ü  Kaya protein. Kandungan protein kerang hampir sekitar 25,5 gr per 100 gr. Kandungan asam aminonya juga berprofil lengkap. Asam amino yang jumlahnya paling tinggi tiap 100 gramnya adalah glutamate 3.474 mg, aspartat 2.464 mg, lysine 1.909 mg, arginin 1864 mg dan leusin 1.798.
ü  Tahukah anda jika cita rasa kerang yang gurih secara alami karena mengandung asam aspartat dan asam glutamate.
ü  Tinggi vitamin B12. Kerang juga mengandung vitamin B12 yang tinggi sekitar 98,9 mcg/100 mg.
ü  Kaya asam lemak omega3 dan omega6. Kerang mengandung omega3 (396 mg/100 gr) dan omega6 (32 mg/100 gr) yang mampu menurunkan kolesterol jahat dan sangat baik untuk kesehatan jantung.
ü  Tinggi mineral besi dan selenium. Kerang juga kaya akan mineral. Kandungan mineral yang tertinggi adalah besi (28 mg/100 gr) dan selenium (64 mcg/100 gr).

Apa saja Manfaat Protein dalam Kerang? 
• Protein memiliki fungsi vital bagi tubuh sebagai pembentuk enzim, pembentukan sel organ dan otot, pembentuk hormon, perbaikan sel yang rusak, pengatur metabolisme, pembentuk sistem kekebalan tubuh dan beragam manfaat lain yang meningkatkan kesehatan.
• Vitamin B12 membantu pencernaan makanan, menjaga kesehatan sistem syaraf dan pembentukan sel tulang.
• Asam lemak omega3 dan omega6 dalam kerang berfungsi menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah, sehingga baik untuk menurunkan resiko penyakit jantung. Kedua asam lemak sehat ini juga dapat meningkatkan kecerdasan otak bila dikonsumsi sejak usia anak-anak.
• Mineral besi berfungsi untuk pembentukan komponen utama sel-sel darah merah, sehingga menurunkan resiko darah rendah (anemia).
• Mineral selenium berperan sebagai antioksidan untuk mencegah kerusakan sel dari radikal bebas penyebab kanker dan penyakit jantung
• Karena berbagai kandungan nutrisi tersebut, kerang sangat cocok sebagai menu diet yang tinggi protein dan kandungan lemak jenuh yang sangat rendah (hanya 0,2 gram/100gram).
Kerang sebenarnya rendah lemak dan kalori, yaitu sepuluh kerang hanya mengandung kurang dari 100 kalori dan hanya 0,2 g lemak jenuh. Kerang juga merupakan sumber mineral yang baik, yaitu tembaga, yodium dan zinc, serta mengandung zat besi dan selenium. Kebanyakan jenis kerang juga menyediakan kalium sebanyak 10 persen dari jumlah asupan yang disarankan untuk setiap 100 gramnya. Terakhir, kerang ternyata mengandung vitamin A, vitamin E, juga merupakan sumber vitamin B kompleks yang baik.

Sudah lama orang beranggapan jika kerang tinggi kolesterol, namun sebenarnya menurut ahli kesehatan ahli, hal itu lebih rendah dari daging sapi dan ayam yang lebih sering kita makan. Ahli gizi mengatakan bahwa asupan kolesterol per hari tidak boleh melebihi 300 miligram, dan lemak jenuh sebaiknya tidak lebih dari 10 persen dari kebutuhan kalori harian. Jadi 85 gram atau sekitar 15 kerang hanya memberikan sekitar 166 miligram kolesterol, dan bahkan hampir tidak memberikan lemak jenuh.
Jantung adalah organ yang paling merasakan manfaat dari makan kerang. Penelitian telah menunjukkan bahwa Pria yang makan kerang dan udang setidaknya 1 kali dalam seminggu, secara signifikan mengurangi risiko kematian akibat serangan jantung mendadak. Studi lain menunjukkan bahwa subyek yang makan 280 gram kerang setiap hari selama tiga minggu telah menunjukkan penurunan kadar trigliserida, atau lemak dalam darah yang bisa menyumbat pembuluh darah. Salah satu alasannya adalah bahwa lobster, udang, dan moluska (tiram, kerang, dan remis) mengandung asam lemak omega3, yang bermanfaat mengendalikan tekanan darah dan kadar kolesterol. Diantara hewan laut yang bercangkang, kerang, tiram, dan kepiting yang paling mengandung asam lemak ini. Kerang juga kaya akan protein yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan, kalsium yang dibutuhkan tulang, serta zinc yang manfaatnya terkait dengan kesehatan prostat, serta zat besi untuk memproduksi sel darah merah, dan vitamin B yang baik bagi otak. Kerang juga relatif rendah sodium dan kalori, sehingga tidak meningkatkan tekanan darah dan berat badan.

Hati-hati meski Kerang sangat Baik Dikonsumsi, sebaiknya Anda Perhatikan beberapa Tips berikut ini
• Pilihlah kerang mentah yang masih segar dan cangkangnya utuh, tidak retak atau pecah. Cangkang kerang atau tiram yang masih hidup akan segera menutup bila dipegang dengan tangan.
• Dianjurkan mengonsumsi kerang dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang daripada digoreng untuk mendapatkan kandungan nutrisi dan manfaat terbaik. Kerang segar juga disajikan mentah pada beberapa warung atau restoran penyaji sea food.
• Kerang mengandung kolesterol yang cukup tinggi 67 mg/100 gr, dan konsumsi kolesterol per hari yang dianjurkan maksimal sekitar 300 mg. Tidak dianjurkan mengkonsumsi kerang berlebihan. Satu porsi kecil setiap harinya sudah cukup untuk mendapatkan semua manfaatnya.
• Kerang mengandung basa purin yang dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Pengidap penyakit asam urat atau gout lebih baik menghindari atau membatasi konsumsi kerang.

Tips aman mengkonsumsi kerang

§ Masaklah kerang atau tiram hingga benar-benar matang dengan cara merebusnya terlebih dahulu, hal ini dimaksudkan untuk mematikan bakteri dan virus.
§ Belilah hanya kerang yang dijual di supermarket atau penjual yang terpercaya, yang berani memastikan jika kerang mereka berasal dari daerah yang jauh dari polusi.
§ Rebus kerang terlebih dahulu sebelum dimasak dengan cara ditumis, dipanggang, atau digoreng.
§ Bersihkan dengan menggunakan air mengalir hingga benar-benar bersih sebelum diolah.
§ Hindari membeli kerang yang sudah berbau seperti bau logam atau bahan kimia, termasuk kerang yang sudah berlendir dan mengeluarkan aroma tak enak.

Catatan: Ibu hamil sebaiknya tidak mengkonsumsi kerang, apalagi tidak tahu bagaimana cara mengolahnya. Seperti dikatakan sebelumnya, kertang paling cepat menyerap limbah atau polutan seperti merkuri yang membahayakan janin. Tanyakan kepada dokter tentang saran terbaik, jika Anda merasa tidak bisa menghindari makan kerang.





Kamis, 14 Agustus 2014

KERANG DARAH, BUDIDAYA DI TAMBAK

Kerang Darah/Bukur/Cockle
Kerang darah (Anadara granosa) adalah sejenis kerang yang biasa dimakan oleh masyarakat di Asia pada umumnya. Anggota suku Arcidae ini disebut kerang darah karena ia menghasilkan hemoglobin dalam cairan merah yang dihasilkannya.
Andara granosa merupakan kelas bivalva, famili  Arcidae dari genus Anadara. Bentuknya bulat kipas, agak lonjong, terdiri dari dua  belahan yang sama (simetris), mempunyai garis palial pada cangkang sebelah dalam  yang lengkap dan garis palial bagian luar beralur. Bagian dalam halus dengan warna  putih mengkilat. Warna dasar kerang putih kemerahan (merah darah) dan bagian dagingnya merah dan ukuran lebar cangkang dapat mencapai 4 cm.

Jenis-jenis kerang yang telah diketahui hidup di perairan Indonesia adalah A. granosa (Kerang Darah), A. nodifera (Kerang Darah), A. inflata (Kerang Bulu), A. rhombea, dan A. indica (Kerang Mencos). Di antara kelima jenis kerang tersebut yang banyak tertangkap adalah kerang mencos. Jenis lain adalah Kerang Gelatik (A. antiguata). Dibanding dengan jenis kekerangan lainnya, budi daya kerang darah telah dilakukan oleh banyak negara antara lain Cina, Taiwan, Korea, Malaysia, dan Thailand.
Selain kerang darah, ada beberapa jenis kerang lain yang ditangkap dan dijadikan benih untuk pembesaran/budidaya di tambak. Kerang-kerang tersebut antara lain Kerang Hijau (Perna viridis) yang merupakan salah satu komoditas dari kelompok shellfish yang sudah dikenal masyarakat, di samping Kijing Taiwan (Anodonta sp), dan Kerang Bulu. Kerang Hijau adalah salah satu hewan laut yang sudah lama dikenal sebagai sumber protein hewani yang murah, kaya akan asam amino esensial (arginin, leusin, lisin).

KLASIFIKASI ILMIAH
Kerajaan             : Animalia
Filum                  : Mollusca
Kelas                  : Bivalvia
Upakelas            : Pteriomorphia
Ordo                   : Arcoida
Famili                 : Arcidae
Genus                : Anadara
Spesies              : A. granosa
Nama binomial    : Anadara granosa L., 1758
Nama dagang      : Cockle
Nama lokal          : Kerang Dara, Kerang Darah, Kerang Dagu, Bukur

Kerang darah merupakan salah satu jenis kerang yang mempunyai nilai ekonomis penting dan disukai masyarakat. Kerang darah mempunyai rasa yang gurih karena mengandung lemak dan kadar protein yang tinggi. Komposisi kimia Kerang Darah adalah air 83%, lemak 0.91%, protein 10.33% dan kadar abu 1.84%. Kerang darah yang telah dewasa yang berukuran diameter 4 cm dapat memberikan sumbangan energi sebesar 59 kalori serat, mengandung 8 gram protein, 1.1 gram lemak, 3.6 gram karbohidrat, 133 mg kalsium, 170 mg phosfor, 300 SI vitamin A dan 0.01 mg vitamin B1.
Kerang merupakan makhluk “filter feeder” yang mengakumulasi bahan-bahan yang tersaring di dalam insangnya. Dalam prosesnya bakteri dan mikroorganisme lain yang ada di sekelilingnya dapat terakumulasi dan mencapai jumlah yang membahayakan untuk dikonsumsi. Para ahli telah mencatat 20 jenis kerang dari famili Acidae, sedangkan yang dimanfaatkan untuk di ambil dagingnya masih terbatas pada kerang darah (Anadara granosa), kerang bulu (Anadora inflata) dan kerang gelatik (Anadora antiquata).
Pemanfaatan kerang saat ini masih terbatas pada konsumsi, dalam bentuk hewan segar atau diawetkan dengan penggaraman dan penyaringan. Pengawetan tersebut bertujuan untuk menghambat dan mencegah terjadinya kerusakan/mempertahankan mutu, menghindari terjadinya keracunan dan mempermudah penanganan serta penyimpanan.

MORFOLOGI
Kerang darah mempunyai dua buah cangkang yang dapat membuka dan menutup dengan menggunakan otot aduktor dalam tubuhnya. Cangkang pada bagian dorsal tebal dan bagian ventral tipis. Cangkang ini terdiri atas 3 lapisan, yaitu
(1) Lapisan Periostrakum adalah lapisan terluar dari kitin yang berfungsi sebagai pelindung
(2) Lapisan Prismatik tersusun dari kristal-kristal kapur yang berbentuk prisma, terletak di bagian tengah yang tebal, dan
(3) Lapisan Nakreas atau sering disebut lapisan induk mutiara, tersusun dari lapisan kalsit (karbonat) yang tipis dan paralel.
Bagian-bagian Cangkang Kerang Darah
Puncak cangkang disebut umbo dan merupakan bagian cangkang yang paling tua. Garis-garis melingkar sekitar umbo menunjukan pertumbuhan cangkang. Mantel pada pelecypoda berbentuk jaringan yang tipis dan lebar, menutup seluruh tubuh dan terletak di bawah cangkang.
Cangkang memiliki belahan yang sama melekat satu sama lain pada batas cangkang. Rusuk pada kedua belahan cangkangnya sangat kentara. Cangkang berukuran sedikit lebih panjang dibanding tingginya tonjolan (umbone) yang sangat kentara. Setiap belahan cangkang memiliki 19-23 rusuk.Beberapa kerang ada yang memiliki banyak mata pada tepi mantelnya. Banyak diantaranya mempunyai banyak insang. Umumnya memiliki kelamin yang terpisah, tetapi diantaranya ada yang hermaprodit dan dapat berubah kelamin.
Kakinya berbentuk seperti kapak pipih yang dapat dijulurkan ke luar. Kaki kerang berfungsi untuk merayap dan menggali lumpur atau pasir. Kerang bernapas dengan dua buah insang dan bagian mantel. Insang ini berbentuk lembaran-lembaran (lamella) yang banyak mengandung batang insang. Antara tubuh dan mantel terdapat rongga mantel yang merupakan jalan keluar masuknya air.

ANATOMI
Kerang termasuk hewan berkaki pipih, cangkoknya berjumlah dua (sepasang) ada di bagian anterior dan umbo (bagian yang membesar/menonjol) yang terdapat di bagian posterior (punggung).

Anatomi Kerang Darah
Alat pernapasan kerang berupa insang dan bagian mantel. Insang kerang berbentuk menyerupai huruf W dengan banyak lamella yang mengandung banyak batang insang. Pertukaran O2 dan CO2 terjadi pada insang dan sebagian mantel. Mantel terdapat di bagian dorsal meliputi seluruh permukaan dari cangkang dan bagian tepi. Antara mantel dan cangkang terdapat rongga yang di dalamnya terdapat dua pasang keping insang, alat dalam dan kaki. Alat peredaran darah sudah agak lengkap dengan pembuluh darah terbuka. Sistem pencernaan dari mulut sampai anus.
Sistem syaraf kerang terdiri dari 3 pasang ganglion yang saling berhubungan, yaitu:
• Ganglion Anterior terdapat di sebelah ventral lambung
• Ganglion Pedal terdapat pada kaki
• Ganglion Posterior terdapat di sebelah ventral otot aduktor posterior.
Kerang berkulit ganda secara menyamping dimampatkan conchiferans tertutup dengan suatu kulit/kerang yang terdiri atas dua klep secara bersendi di belakang oleh suatu ikatan sendi. Rongga mantel melingkupi tubuh berisi suatu pasang ctenidia yang diperbesar, dan mantel pantat sering diperluas ke dalam pipa pemindah. Mereka bersifat bentos, sering kali geronggang, atau mungkin epifit dan mereka menduduki suatu wilayah laut yang luas dan tempat kediaman air tawar.

DAUR HIDUP
Daur Hidup Kerang Darah
Hewan ini bersifat hermaprodit dan kebanyakan mempunyai alat kelamin yang terpisah. Pada saat terjadi perkawinan, alat kelamin jantan akan mengeluarkan sperma ke air dan akan masuk dalam tubuh hewan betina. Melalui sifon air masuk, sehingga terjadilah pembuahan. Ovum akan tumbuh dan berkembang yang melekat pada insang dalam ruang mantel, kemudian akan menetas dan keluarlah larva yang disebut glokidium. Larva ini akan keluar dari dalam tubuh hewan betina melalui sifon air keluar, kemudian larva tersebut menempel pada insang atau sirip ikan dan larva tersebut akan dibungkus oleh lendir dari kulit ikan. Larva ini bersifat sebagai parasit kurang lebih selama 3 minggu. Setelah tumbuh dewasa, larva akan melepaskan diri dari insang atau sirip ikan dan akan hidup bebas.

PENYEBARAN
Kerang ini menghuni kawasan Indo-Pasifik dan tersebar dari pantai Afrika timur sampai ke Polinesia. Hewan ini gemar memendam dirinya ke dalam pasir atau lumpur dan tinggal di mintakat pasang surut. Panjang dewasanya berukuran 5 sampai 6 cm dan lebar 4 sampai 5 cm.
Seperti kerang pada umumnya, kerang darah merupakan jenis bivalvia yang hidup pada dasar perairan dan mempunyai ciri khas yaitu ditutupi oleh dua keping cangkang (valve) yang dapat dibuka dan ditutup karena terdapat sebuah persendian berupa engsel elastis yang merupakan penghubung kedua valve tersebut.

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGBIAKAN
Dibanding kerang hijau, laju pertumbuhan kerang darah relatif lebih lambat. Laju pertumbuhan 0,098 mm/hari. Untuk tumbuh sepanjang 4-5 mm, kerang darah memerlukan waktu sekitar 6 bulan. Presentase daging terbesar dimiliki oleh A. granola, yaitu sebesar 24,3%.

Kerang darah termasuk hewan berumah dua (diocis). Kerang darah mulai berkembang biak saat berukuran mencapai 2 centimeter atau umur kurang dari setahun. Pada masa itulah bibit-bibit muda ini mulai tumbuh. Meski masa pemijahan kerang darah berlangsung sepanjang tahun, masa puncaknya berlangsung antara bulan Agustus-September.
Kematangan gonad terjadi pada saat kerang darah mencapai ukuran panjang 18-20 mm dan berumur kurang dari satu tahun. Adapun pemijahan mulai terjadi pada ukuran 20 mm. Perkembangbiakan kerang darah dilakukan secara kawin. Umumnya berumah dua dan pembuahannya internal. Telur yang dibuahi sperma akan berkembang manjadi larva glosidium yang terlindung oleh dua buah katup. Ada beberapa jenis yang dari katupnya keluar larva panjang dan hidup sebagai parasit pada hewan lain, misalnya pada ikan.

BUDIDAYA
Wilayah Pasang Surut yang digunakan Pembesaran Kerang Darah
Tambak Kerang Darah dengan Sistem Bambu Tancap
Budidaya kerang darah sudah dilakukan dan memiliki nilai ekonomi yang baik. Lokasi budidaya dapat dilakukan di laut (bagian pinggir) maupun di dalam tambak. Cara pembudidayaan kerang darah cukup sederhana, tidak terlalu rumit. Apalagi, hewan ini tidak membutuhkan pakan setiap hari. Sebelum bibit ditebar, lahan tambak terlebih dahulu diolah sehingga siap untuk dijadikan tempat pembesaran kerang. Kualitas rasa daging antara hasil penangkapan di alam maupun hasil budidaya tidak berbeda jauh.
Budidaya kerang darah saat ini lebih banyak dilakukan untuk tahap pembesaran. Adapun  benihnya dapat diperoleh secara alami dengan cara mengeruk pasir di laut dangkal pesisir atau dari dalam tambak hasil pembesaran/indukan. Benih kemudian dibawa ke lokasi budidaya.
Lokasi budidaya yang akan digunakan perlu dipertimbangkan mengingat secara alami kerang darah hidup dalam cekungan-cekungan di dasar perairan di wilayah pantai pasir berlumpur. Jenis kekerangan ini menghendaki kondisi perairan yang memiliki kadar garam antara 13-28 ppm, kecerahan 0,5-2,5 m, dan pH 7,5-8,4. Tiap jenis Anadara menghendaki lingkungan yang berbeda. A. antiguata, misalnya, hidup di perairan berlumpur dengan tingkat kekeruhan tinggi. Sementara itu, kerang bulu menghendaki perairan berdasar pasir dan jernih.
Jika budidaya dilakukan di luar tambak pembesaran dapat dilakukan di wilayah pasang surut yang terpisah dari daerah pengumpulan benih. Lokasi pembesaran tersebut dilingkari dengan pagar bambu.
Di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah budidaya kerang darah telah lama dilakukan oleh para pembudidaya di Kecamatan Losari dan Kecamatan Wanasari. Tempat lain yang tengah memulai adalah di Kecamatan Tanjung dan Kecamatan Brebes.

Tahapan budi daya kerang darah dimulai dengan pengumpulan benih yang berukuran 4-10 mm dari tempat penyebaran benih alami di tepi pantai yang landai.
Operasi pengumpulan dimulai pada saat air pasang rendah dan kedalaman air sekitar 60 cm. pengumpulan benih dilaksanakan dengan mengeruk dasar perairan sedalam kurang lebih 3 cm dengan menggunakan keranjang pengumpul benih. Pengerukan dilakukan dengan menggunakan papan selancar. Alat yang digunakan untuk pengumpulan benih adalah perahu berukuran 6-10 m panjang, sebilah papan selancar berukuran 180 cm x 50 cm, dan keranjang pengumpul benih yang terbuat dari anyaman kawat berdiameter antara 1-2 mm, berukuran 40 cm x 15 cm x 10 cm.
Papan tersebut berfungsi pula sebagai tempat penyimpanan benih yang berhasil dikumpulkan dan sekaligus memudahkan pergerakan si pengumpul. Proses pengumpulan selesai pada saat dasar perairan kering tidak berair.

Benih yang terkumpul diseleksi menurut ukurannya. Selanjutnya, benih ditebar di tempat pembesaran. Padat tebar awal sekitar 2.000 ekor/m2, kemudian dijarangkan sampai kepadatan 200-300 ekor/m2.

Pengendalian Hama dan Penyakit perlu dilakukan secara selektif mengingat kerang darah yang dibudidayakan kerap kali dimangsa oleh siput gastropoda, khususnya pada fase benih. Mortalitas/kematian massal lebih sering terkait dengan perubahan kondisi lingkungan, khususnya salinitas. Kematian kerang ini sering terjadi pada saat hujan yang berkepanjangan yang menyebabkan turunnya salinitas. Kerang akan mati dalam air bersalinitas di bawah 15 ppm.
Panen kerang darah di tambak
Pertumbuhan kerang darah yang dibudidayakan di tambak pada kondisi bahan organik 20-30 % berkisar antara 400-500 % dari berat awal selama 4-5 bulan. Hal ini menunjukan keuntungan yang diperoleh dari hasil panen setara dengan pertumbuhannya apabila digunakan harga yang sama dengan harga benih. Namun jika harga jual mencapai 2-3 kali harga benih, maka keuntungan dapat mencapai 4-10 kali lipat.
Idealnya kerang darah dipanen setelah dibesarkan selama lima hingga enam bulan. Namun panen dapat dilakukan lebih awal tergantung permintaan pasar. Cara panen dilaksanakan dengan menggunakan alat pengeruk yang berukuran lebih besar dan kuat dibanding alat pengeruk benih atau secara manual dengan tangan dan dimasukkan wadah berupa karung atau keranjang.

PEMASARAN
Hasil yang diperoleh pelaku utama dari budidaya kerang darah cukup menguntungkan. Biaya yang dikeluarkan hanya untuk pengolahan lahan dan membeli bibit kerang. Sedangkan pakannya tidak perlu disiapkan, karena sudah tersedia secara alami di dalam tambak.

Harga kerang darah di tingkat pembudidaya sekitar empat ribu hingga lima ribu rupiah per kilogram. Penjualan kerang darah tidaklah begitu susah, tidak membutuhkan banyak peralatan untuk penanganannya. Harga jualnya pun tidak terlalu banyak mengalami fluktuasi yang tinggi. Kerang hasil panen dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam karung plastik. Setiap karung berisi kerang seberat kurang lebih satu kuintal. Kerang darah yang telah dipanen dapat bertahan hidup selama 24 jam. Kerang yang telah dimasukkan ke dalam karung lalu dibawa ke pedagang pengumpul.
Kerang darah yang tidak laku terjual hidup akan mengalami kemunduran mutu, sehingga pengumpul kerang darah merebus dan menjualnya ke pabrik dalam bentuk kupasan. Pengumpul kerang biasanya memiliki pekerja sekitar 2-5 orang untuk mengupas kulit kerang tersebut. Biasanya para pekerja yang sudah terampil bisa menguliti kerang sekurang-kurangnya 2 kuintal setiap hari.

Kerang darah merupakan pangan yang lezat dan telah banyak dijual di rumah makan dan pedagang kaki lima. Bobot daging sama dengan 22,70-24,3% bobot total tubuhnya. Meskipun biasanya direbus atau dikukus, kerang ini dapat pula digoreng, dijadikan satai dan makanan kering ringan atau juga dimakan dalam bentuk daging mentah/segar.

Rujukan: id.wikipedia.org, cester20.wordpress.com, agromaret.com, kerangdarah.wordpress.com, hobiikan.blogspot.com